↠ Garis Perempuan || ↠ PDF Read by ☆ Sanie B. Kuncoro

By Sanie B. Kuncoro | Comments: ( 847 ) | Date: ( Oct 23, 2019 )

Ranting, Tawangsri, Gendhing, dan Zhang Mey tumbuh bersama sejak belia Mereka menjalani takdir sebagai perempuan dan menemukan bahwa hidup tak selalu terkonfigurasi serupa dongeng masa lalu para peri.Kebun kehidupan pun acapkali melalui kemarau panjang yang harus dilewati Mereka tak berdaya mengelak dari kepatuhan terhadap partitur perkawinan, walaupun yang teralun adalaRanting, Tawangsri, Gendhing, dan Zhang Mey tumbuh bersama sejak belia Mereka menjalani takdir sebagai perempuan dan menemukan bahwa hidup tak selalu terkonfigurasi serupa dongeng masa lalu para peri.Kebun kehidupan pun acapkali melalui kemarau panjang yang harus dilewati Mereka tak berdaya mengelak dari kepatuhan terhadap partitur perkawinan, walaupun yang teralun adalah selarik nada pahit.Beranikah mereka menentukan pilihan Sanggupkah mereka ingkar dari kisah berurai air mata dan menjadikan perjalanan hidup sebagai sebuah pengembaraan menakjubkan


  • Title: Garis Perempuan
  • Author: Sanie B. Kuncoro
  • ISBN: 9789791227728
  • Page: 139
  • Format: Paperback

About Author:

Sanie B. Kuncoro

Sanie B. Kuncoro Is a well-known author, some of his books are a fascination for readers like in the Garis Perempuan book, this is one of the most wanted Sanie B. Kuncoro author readers around the world.



Comments Garis Perempuan

  • lita

    WARNING!!! Review ini cuma berisi curhat. Segala kritikan dan masukan saya tentang isi buku sudah saya sampaikan langsung ke penulis buku pada 9 April 2010.Susahnya jadi perempuanJalan melenggang dibilang genitJalan tegak dibilang berlagakSusahnya jadi perempuanBerpakaian terbuka dibilang obralBerpakaian tertutup dibilang konvensionalSusahnya jadi perempuanBicara banyak dibilang tak tahu diriBicara sedikit dibilang kepala tak berisiSusahnya jadi perempuanSusahnya tumbuh menjadi seorang perempuan [...]


  • miaaa

    Let's talk about virginity. Some, well most would say, to the hell with virginity this is no 18th century, yet it is still a matter for few. This book put virginity as a delicate subject, delivered by four young women with different social backgrounds.It tries to reflect that, being three Javanese and one Indonesian-Chinese, they're not only dealing with deep-rooted traditions regarding the virginity but also being a woman as well. Not many women, I'm talking about Indonesian specifically, have [...]


  • Farah

    Buku ini bertele-tele.Ya Tuhan, gue tidak pernah melihat buku dengan tebal halaman seperti buku ini, yang kalau cerita di dalamnya diceritakan kembali secara lisan, cuma memakan waktu kurang dari lima menit.Kalau gue harus menceritakan kembali isi buku ini, mungkin reka adegannya akan seperti ini:Reporter bincang-bincang sore di MetroTV (RBBSdM): "Farah mungkin bisa menceritakan kembali, bagaimana isi cerita buku ini?"Farah: "Intinya sih ada 4 perempuan yang terbelenggu dengan status keperawanan [...]


  • Harun Harahap

    ‪‪Review ini mengandung kata-kata vulgar*menurut saya*, jadi yang berusia dibawah 10 tahuan jangan baca yahKarena Setiap Perempuan Adalah Perawan adalah sebuah bab pengantar setelah bab selasar awal. Selasar awal yang menyajikan adegan empat anak kecil yang berjenis kelamin perempuan yang berbincang sambil bermain pasaran berakhir pada sebuah pertanyaan apakah artinya menjadi perawan?Simbok Ranting mengatakan bahwa menjadi perawan adalah menjadi perempuan muda, siap dilamar, kawin lalu punya [...]


  • Indri Juwono

    #2010-23#Perempuan, yang dipuja sebagai kembang, sering hanya dinanti ketika mekar, namun diganti ketika layu. Apakah kumbang hanya mencari yang segar? Masa perawan hanya datang satu kali. Itulah hidup yang dijalani perempuan. Nilai-nilai yang ditanamkan oleh budaya timur, apakah kau bakul karak, buruh cuci, pekerja salon, penjual batik, mahasiswi sosiologi, atau penghuni rumah benteng cina. Apakah hanya lelaki dan ibu mertua yang menilai keperawanan perempuan? Kenapa tidak kita sendiri? Kenapa [...]


  • ijul (yuliyono)

    Pilihan Empat Perempuan PerawanAku membayangkan Dian Sastro sebagai Tawangsri, Rachel Maryam sebagai Gendhing, Happy Salma sebagai Ranting, dan Dominique sebagai Zhang Mey, jika novel ini bertransformasi menjadi film. Hmm, kira-kira ada tidak ya yang berniat membingkai karya tulis ini menjadi sebuah karya visual dalam layar perak. Semoga saja. Oiya, aku membaca novel ini karena “teracuni” teman-teman baruku di GRI, dan untung saja aku mendapatkan copy novelnya dengan potongan harga berkat me [...]


  • Jimmy Navy

    Saya memilih beberapa paragraf berikut yang menurut saya cocok untuk menggambarkan isi buku ini:“Keperawanan ora tergantung bancaan. Dengan atau tanpa bacaan semua perempuan tetaplah perawan. Dibancaki puluhan tampah pun, kalau tidak bisa menjaga keperawanannya dengan baik, ya percuma. Nasi bancaan, seberapa kekuatannya? Lha wong cuma sega [itu sekadar nasi:]. Zaman sudah sesulit ini, tidak bisa diadang atau diatasi segala kegilaan zaman itu cuma dengan nasi bancaan.”.:Hal 15:.Dimengertinya [...]


  • e.c.h.a

    Dalam hidup, kita selalu dihadapkan dengan pilihanHal inilah yang ingin ditegaskan oleh Sannie B Kuncoro dalam bukunya Garis Perempuan. Dan, apakah perempuan bisa menentukan pilihannya sendiri? Walaupun pilihan itu melibatkan sesuatu yang mutlak dimiliki semua perempuan yaitu keperawanan? Melalui sosok Ranting, Gendhing, Tawangsri dan Zhang Mey, penulis mengantarkan pembaca untuk menemukan jawabannya. Memaknai keperawanan dari sudut pandang yang berbeda. Toh, akhirnya pilihan itu ada di tangan k [...]


  • Mia Prasetya

    Baca bareng kedua saya bareng GRI. 4 wanita. 4 jalan nasib. 4 takdir. 4 lelaki. 4 isu keperawanan.Secara garis besar buku ini mengisahkan persahabatan 4 wanita, mulai dari mereka kecil sampai dewasa, atau bisa dibilang sampai saat selaput dara mulai dipertanyakan.Buku ini dipisahkan menjadi 6 bab besar.- Selasar awal, kisah persahabatan Ranting, Tawangsri, Gendhing, Zhang Mey dimulai. - Kisah 4 sahabat diuraikan dalam babnya masing-masing. - Selasar akhir, nasib akhir keempat sahabat.Secara kese [...]


  • Mery

    Garis Perempuan, empat wanita empat jalan hidup.empat pilihan, satu tema… Perawan.Ranting, Gendhing, Tawangsri, dang Zhang Mey empat sahabat yang melalui masa hidup mereka dengan lika-liku yang berbeda. Dengan pilihan sendiri, mengartikan arti keperawanan dengan persepsi mereka sendiri. Karena semua wanita adalah perawan…Awalnya aku baca buku ini sedikit tergugah oleh nasib Ranting, tapi…entah kenapa setelah membaca Gendhing kemudian Tawangsri dan Zhang Mey aku merasa sedikit bosan.Banyak [...]


  • nat

    Pada akhirnya aku mendapatkan buku ini, setelah sempat ‘hilang’ dari peredaran karena laris manis.Udah lama banget pengin baca buku ini setelah baca review teman-teman yang menarik hati.Membaca buku ini menimbulkan garis-garis pemikiran di benakku, akankah membentuk suatu gambar yang indah ?Sanie, yang menceritakan kisah-kisah dalam buku ini dengan berganti-ganti sudut pandang, mengawalinya dengan selasar, sebuah pendahuluan. Kisah masa kecil empat bersahabat yang sama-sama anak tunggal pere [...]


  • Helvry Sinaga

    Perempuan dengan segala keunikannya memiliki segala sesuatu yang sepertinya tidak habis-habisnya untuk dipelajari dan dibahas. Pujangga-pujangga ternama pun tidak melewatkan sifat wanita dalam karya sastra mereka.Novel ini bercerita tentang persahabatan empat orang perempuan yang bernama Ranting, Gendhing, Tawangsri, dan Zhang Mey. Mereka bersahabat sejak usia anak-anak. Permainan favorit yang mereka senangi adalah main pasar-pasaran. Mereka berempat melakukan persiapan untuk permainan pasar-pas [...]


  • erry

    Sebegitu pentingnyakah arti sebuah keperawanan? Hingga seakan-akan nilai dari seorang perempuan hanya bisa dilihat dari ada atau tidaknya hymen - Sebuah selaput tipis yang sangat rapuh dan mudah koyak, bahkan secara tak sengaja- .Perawan dan keperawanan, adalah issue sentral yang dibahas dalam buku ini. perempuan dengan problematikanya. Perempuan dengan takdir dan kodratnya. Serta nilai dan budaya yang menyertainya. Buat seorang perempuan, menjadi akil baliq adalah sebuah awal dari perubahan dir [...]


  • Sweetdhee

    kalau sudah terlalu banyak review yang dibaca,musti make kacamata kuda pas baca buku nya biar ga terkontaminasi membangun karakter di imjainasi sendiriudah selesai baca, eeeh malah bingung mo nulis apa.ntang empat untuk ide cerita, minus satu untuk banyaknya halaman-halaman yang dilewatin gara-gara bosenkata mba indri mood baca aku yang lagi ga bagus.m. jadi bukan itu, mbakin karena expectasi yang berlebih, tapi nyatanya terlalu banyak analogi yang kepanjangankayak waktu ngegambarin perasaan Ran [...]


  • Leli

    membrane matters.flowery phrases beautiful.


  • Ita

    Membaca bukuGaris Perempuan(Empat Wanita, Empat Jalan Hidup)Novel oleh Sanie B. KuncoroPenyunting Imam RisdiyantoPenerbit Bentang Jogya Januari 2010370 halaman Pertama,saya ingin menyoroti keistimewaan buku ini, yaitu ditulis dengan tata bahasa yang apik, menuruti bahasa Indonesia yang baik dan benar, menguraikan cerita secara ringan dan jelas, dan diedit dengan baik (meski Endah Sulwesi mencatat satu dua koreksi). Saya sungguh menghargai usaha Sanie dalam merawat bahasa. Meski kemudian, cara in [...]


  • Sam

    Perempuan, Keperawanan dan PatriarkalPerempuan. Bagaimana memaparkan makhluk itu? Spesies yang selalu menggetarkan untuk dijelajahi, tetapi sudahnya menelantarkan penjelajahannya pada zona antah berantah. Menyesatkan dalam lorong-lorong labirin tak berkesudahan - JENGGALA.Tak banyak buku yang 'mengupas' keperawanan, ya, keperawanan, perempuan dan kelelakian. Buku GARIS PEREMPUAN karya Sanie B. Kuncoro ini salah satunya.Buku ini justru jauh dari vulgaritas, subjektivitas pribadi, instead i feel l [...]


  • DuniaFriskaIndah

    Sebenarnya sudah cukup lama aku memimpikan untuk membaca buku ini. Niat untuk beli, tapi kok lebih niat untuk minjam ya Hehe, karena awalnya Bang Helvry mau minjamin tapi kok malah ga jadi. Gimana si Bang Helvry… Tapi akhirnya berhasil juga untuk dapat pinjaman. Garis Perempuan merupakan novel yang aku baca selama di rumah sakit. Lumayan bisa menghilangkan rasa jenuh dan bosan karena hanya tidur-tiduran saja di rumah sakit. Terima kasih Mbak Sanie untuk bukunya karena sudah memberikan penghibu [...]


  • Niratisaya Niratisaya

    Sinopsis (dari back cover):Ranting, Tawangsri, Gendhing, dan Zhang Mey tumbuh bersama sejak belia. Mereka menjalani takdir sebagai perempuan dan menemukan bahwa hidup tak selalu terkonfigurasi serupa dongeng masa lalu para peri.Kebun kehidupan pun acapkali melalui kemarau panjang yang harus dijalani. Mereka tak mampu mengelak dari kepatuhan terhadap partitur perkawinan, walaupun yang teralun adalah selarik nada pahit.Beranikah mereka menentukan pilihan? Sanggupkah mereka ingkar dari kisah berura [...]


  • Nabila Budayana

    Sudah cukup lama ingin baca buku ini, karna masih ragu. Ternyata setelah membacanya, saya pun tak ragu memberikan bintang lima :). Saya merasa menemukan semua yang saya cari di Garis Perempuan. Sisi problematika hidup perempuan, sosial, tradisi dan budaya, pluralisme, persahabatan, kekeluargaan, pesan moral, diksi indah serta cara penyampaian yang cerdas.Garis Perempuan menggambarkan cerita empat perempuan yang bersahabat dalam menjalani kodrat mereka sebagai perempuan dewasa. Ranting, Gendhing, [...]


  • Dewayanie prasetio

    finished !hmm menyisakan sedikit tanya di hati, terutama tentang bagaimana garis Tawangsari dan Zhang Mey selanjutnyadan mengapa garis perempuan harus selalu terkait dengan laki-laki, hiks.*Mereka tak berdaya mengelak dari kepatuhan terhadap partitur perkawinan, walaupun yang teralun adalah selarik nada pahit. *Benarkah garis perempuan harus selalu begitu.? tak dapatkah menentukan nasibnya sendiri?ya ya ya terlepas dari itu semua Sanie cukup berhasil bercerita secara mendetail, terutama di kisah [...]


  • Rike Jokanan

    sejauh ini saya suka karena membaca buku ini serasa mengembangkan payung bernama "masa kecil", hidupku jadi teduh dan aman


  • Endah

    Perempuan. Makhluk yang konon diciptakan dari seruas tulang rusuk pria ini memang selalu menarik untuk dibincang, ditulis, dibahas, ditelanjangi (pakai tanda petik, ya). Dan mungkin yang paling tepat melakukannya adalah perempuan itu sendiri. Apalagi jika menyangkut hal-hal yang hanya dimiliki dan dialami oleh perempuan. Misalnya, keperawanan. Siapa yang lebih paham tentang “rahasia besar” ini kecuali para perempuan? Apakah hari ini isu keperawanan masih memiliki arti penting? Bisa jadi ya, [...]


  • Mirna

    Buku ini adalah salah satu novel kontemporer Indonesia dengan alur yang rapi jali. Jalinan ceritanya bersumber pada empat sub-plot yang masing-masing mengikuti seorang perempuan muda yang sudah saling akrab sejak kecilnya; Ranting si yatim dan miskin, Gendhing yang keluarganya kekurangan, Tawangsri yang keluarganya nampak normal tetapi ternyata kurang fungsional dan Zhang Mey yang keluarganya lengkap normal fungsional tapi mengekangnya dalam tradisi.Sebetulnya keempat perempuan muda ini terikat [...]


  • Rhea

    Bab awal dari buku ini melontarkan saya akan masa2 kecil saya yang kurang lebih sama dengan mereka. Masa2 dimana keluarga saya bisa dibilang hidup dibawah standrat,mengingat hal itu saya jadi lebih sayang pada kedua orang tua saya, perjalanan mereka yang berat dalam menaikkan standart hidup keluarga, dan hidup kami mulai berubah ketika orang tua saya memutuskan untuk berwirausaha. *lho kok jadi curhat* *back to review*4 orang perempuan, Ranting, Gendhing, Tawangsri, dang Zhang Mey berteman sejak [...]


  • Ashree Wiweko

    Perawan. Entah mengapa satu kata itu dipermasalahkan. Entah diperjuangkan atau diperjualbelikan. Dalam buku ini, empat wanita itu mempertaruhkan satu hal: keperawanan. Tapi mengapa sampai begitu rumit? Seperti kata Kakek Pram, "Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya." Bagi saya, perawan (kb) adalah sebutan bagi perempuan yang belum dikawini. Masalah tradisi (adat/agama) yang mengharuskan wanita menjaga keperawanan, itu adalah sebuah hadiah yang menekankan tentang beta [...]


  • Diana

    Bertele-tele cara berceritanya dan terlalu menggurui. Percakapan di dalamnya pun terlalu "pintar" dan ga sesuai dengan penggambaran karakter yang ada. Sebenarnya tema yang diangkat cukup menarik, yaitu tentang keperawanan. Tapi ya gitu, cara berceritanya ga asik. 4 tokoh perempuan dengan karakter dan status sosial yang berbeda kok percakapannya sama-sama idealis sekali, bahkan menyangkut ilmu astronomi dan lain sebagainya. Padahal tidak diceritakan bahwa si tokoh berprestasi di sekolah atau tert [...]


  • Ferina

    Cerita tentang empat gadis yang bersahabat sejak masa kecil. Saling menguatkan, tapi tetap tidak mampu membantu ketika takdir ‘menghampiri’ mereka. Buku ini seolah ingin menggambarkan ketidakberdayaan perempuan, bahwa perempuan tidak punya pilihan. Berlatar budaya Jawa (tapi gak tau Jawa bagian mana – mungkin gue agak terlewat pas bacanya). Sebagai perempuan (halah…), gue agak gemes pas baca buku ini. Gemes dengan segala kepasrahan mereka. Tapi, ya gitu deh, kadang, kita sendiri mungkin [...]


  • Winna

    Bacaan Bookstalkers bulan Mei 2011.Sudah lama tertarik dengan buku ini, dan baru sempat membacanya. Saya suka temanya, suka juga dengan cara berceritanya, yang walau panjang dan penuh monolog juga pertanyaan, namun menyimpan makna.Bagian yang paling saya suka adalah Zhang Mey, lalu Ranting, baru Tawangsri. Bagian Gendhing terasa seperti gema cerita Tawangsri, dan saya pun tidak terlalu menyukai karakternya. Ada beberapa error dalam penulisan juga arti dialog dalam bahasa Mandarin, dan juga tidak [...]


  • Ambar

    ide ceritanya menarikngisahkan empat orang perempuan dengan latar jawa (Solo). Ranting, Gendhing, Tawangsri dan juga Zhang Mey. tiga Iniren dan juga satu congkueren (bener gag ya tulisannya kayak gitu?).Ranting yang pendiam, yang selalu ingin membahagiakan si mboknya. dengan mengorbankan dirinya demi kesembuhan orang yang paling disayanginya.Gendhing yang harus bekerja keras tanpa digaji demi pelunasan utang orang tuanya.Tawangsri yang pintar, tapi kurang bisa mengenal ayahnya karena terlalu sib [...]


Your email address will not be published. Required fields are marked *
Name *
Email *
Website
  • ↠ Garis Perempuan || ↠ PDF Read by ☆ Sanie B. Kuncoro
    139 Sanie B. Kuncoro
  • thumbnail Title: ↠ Garis Perempuan || ↠ PDF Read by ☆ Sanie B. Kuncoro
    Posted by:Sanie B. Kuncoro
    Published :2019-04-22T03:52:29+00:00